//
you're reading...
artikel islam

TENTANG SAKIT, MATI DAN TANGIS ROSULULLAH SAW

TENTANG SAKIT, MATI DAN TANGIS ROSULULLAH SAW

Oleh: Dewan Pengurus Panti Asauhan Nurul Abyadh PENGANTAR Padqa tanggal 3 juni 2006, Ny.Hj. Siti Nasrin Insyiah Hoesain telah wafat di Jakarta. Besok paginya janazah Almarhum disholati kurang lebih 1000 jam’ah masjid sunda kelapa, Jakarta.Ibu Siti Nasrin Insyiah Hoesain, sewmasa banyak membatu panti-panti asuhan, termasuk panti Ashan Nurul Abyadh, Malang, Khususnya pembangunan musholla dan Asraama puteri. Untuk mengenang almarhum, Buletin Panti kali ini menyajikan edisi khusus berupa renungan Hadits tentang persiapan menghadapi kematian ,sakit,kematian itu sendiri, Sholat janazah, do’a di kuburan, Serta tangis–tangis Rosulullah SAW. Semoga ada mangfaatnya.amin yaa robbal ‘alamin . “Semuga milik Allah dan semuanya akan kembali kepadanya”. Itulah kalimat yang terucap dari lisan orang yang sabar disaat sesuatu yang dimilikinya di ambil oleh Allah, termasuk perginya salah seorang di antara kita dalam rangka memenuhi panggilan-nya , secara fisik mereka yang telah pergi tidak ada di tengah-tengah kita, padahal mereka hanya berada di alam yang sdekat dengan kita hanya saja kita tidak bias menyaksikannya, adakalahnya merwka lebih nikmat dari pada kita yang masih hidup, adakalanya pula mereka lebih sengsaa, mereka itulah yang kita kenal sedang berada di dalam barzah. Kehidupan alam bezah atu alam kubur adalah suatu episiode perjalanan manusia untuk menuju kepada sang pencipta, juga sebagai peisah antara alam yang fana’ dengan alam yang baqa’, demikian pula sebagai masa penantian yang tidak tahu pasti lamanya untuk menuggu tiupan sangkakala malikat isrofil yang kedua. Bagi orang yang beriman penantian itu laksana hanya beberapa saaat saja tak-ubahnya seperti orang yang tetidur lelap dengan mimpi indahn ya, dengan di sertai hembusan udara surga menambah sejuk kehidupan didalamnya. Sebaliknya, bagi orang-orang yang ingkar penan tian itu sangat lama, laksana orang yang tinggal di penjara yang penuh deangan sikssa dan derita, masanya sehari laksana seminggu, seminggu laksana setahun dan seterusnya, tidak ada suasana yang membuat dia tenang dan nyaman. Bagaimanakah situasi kehidupan di alam yang mesterius tersebut? Dengan kisah yang menarik, Al-fakih Abullaist As-samarqandy dalam kitabya Tambihul Ghafilin mengisahkan kehidupan di dalam kubur tersebut, dengan di dasarkan pada hadist Rasulallah dan ayat-ayat suci Al-‘quran a. Pada saat orang mukmin meninggal, datanglah malaikat dengan wajah putih bercahaya, mereka duduk sambil memegang kain kafan dari surga, kemudaian datanglah malaikat Izrail duduk disebelahnya, seraya berseru, Hai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Tuhanmu” lalu rohnya mengalir seperti tetesan air, ia deterima dan dimasukkan kafan yang dibawanya. Adapun bagi orang yang ingkar kepada Allah ketika akan menunggal di datangi oleh malaikat dengan wajah hitam menyeramkan dengan pakaian serba hitam , mereka duduk didepannya, tidak lama kemudian malaikat Izrail datang duduk disebelahnya, lalu berkata “hai roh yang jahat keluarlah menuju kemurkaan Allah” lalu rohnya dicabut seperti mencabut besi dari bulu basah, sampai putuslah urat dan otonya. b. Di saat nyawa lepas dari badan, pada saat orang mukmin dipanggika Allah akan legahlah hatinya, karna saat itu ia dihibur dengan keridlaan Allah dan surga-Nya, tentu akan lebih senang menerimanya dari pada hidup di dunia ini. Adapu bagi orang yang ingkar, pada saat malaikat menaza’nya ketekutanlah menyelimutinya, karena pada saat itu diperlihatkan balasan amal perbuatanya berupa siksa. Sakitnya orang yang beriman sedang dinaza’ orng yang tidak beriman. c. Pada saat orang yang beriman masuk ke liang lahat, menjadi luaslah kuburannya hingga 70 hasta, didalamnya bunga-bunga bertaburan, sutera-sutera dihamparkan, bacaan dan hafalan Al Qur’an ketika didunia menjadi lampu penerang di dalamnya, tidur dengan pulas laksana todurnya pengantin baru. Sedangkan bagi yang ingkar kepada Allah, kuburannya menjadi sempit tanahpun menghimpitnya sampai hancurkan tulang rusuknya, dagingnya dicabik-cabik loeh ular yang besar sebasar leher unta hingga tinggallah tulang belulang yang tersisa, malaikat menyiksa tanpa ampun sedikitpun tudak memperdulikan apa yang terjadi pada si mayit, malaikat menyiksa seperti tuli tidak menbdengar jeritan sakitnya, seperti buta tidak melihat kondisi tubuhnya yang remuk juga seperti bisu tidak menanggapi kata-ktanya, begitlah seterusnya di dalam masa penantian. Dari itulah Al Faqih Abu Laist Stamargodi memberikan resep agar kita selamat dari siksa kubur yaitu dengan cara denagn melakukan 4 perkara secara konsisten dan menjauhi 4 perkara yang harus di jauhi yaitu: (1) Shalat 5 waktu di dilakukan tepat waktu dan diutamakn dilaksanakan secar berjama’ah, (2) banyak bersedekah, (3) selalu membaca Al Qur’an, (4) banyak bertasbih. Sedangkan empat hal yang haruis dijauhi: (1) dusta, (2) khiant atau tidak bertanggung jawab terhadap amant yang diberikan, (3) adu domba, (4) menyisakan i\ait kencing yang disebabkan karena kurangn hati-hati. Berikut ini adalah cuplikan beberpa Hadits dari Rasulullah SAW untuk bisa menjadi renungan kita semuanya: 1. Haits dari abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda: “segeralah kmu beramal sebelum datang 7 macam… diantarany sebelum datang kematian yang menghabisimu (HR. At-Tirmizi)] 2. Rasulullah SAW v berkata kepada Ibnu Umar, sambil memegang bahunya: prgunkan kesempatamn masa kesehatan untuk masa sakit dan masa hidup untuk bekal kematian(HR. Bukhori) 3. Sebaik-baik manusia ialah orang yang panjang umurnya dan baik pul perbuatanya, dan sejelek-jelek manusia yang panjang umurnya tetepi jelek pula perbuatanya (HR. Tirmidzi) 4. Rasulullah SAW bersabda: barang siaap yang panjangkan umurnya dan dalam keadaan beragama islam, dengan umur mencapai 40 tahun, maka dihindari Allah dari bencana: gila, kusta, mencapai 50 tahun, Allah ringankan penghisapannya, 60 tahun Allah anugerahkn sifat-sifat kedekatannya kepada Allah, 70 tahun banyak diampuni dosa-dosanya, mencapai 80 tahun banyak dierima amal segala kebaikannya, 90 Tahun diampuni dosa lama dan baru. (HR. Anas bin Malik) 5. Dalam al Qur’an surah Al-Manufikun 9-11, … beramallah kamu, dengan rizki yang kuberikan sebelum datang maut … dal lalu kamu menyesal sambil berkata (karena tidak beramal). Ya Tuhanku, kenapa tidak diundurkan ajalku sehingga aku sempat beramal dan menjadi oarng sholeh? 6. Dari Ibnu Umar r.a ada orang anshar bertanya kepada Rasulullah SAW: ya Rasul, siapa manusia yang pling pintar dan cerdas otakny? Rasulullah SAW menjawb: orang puintar adalah orang yang paling banyak mengingat mti, dan orang cerdas adalah mereka yang paling banyak mencari bekal intuk menghadapi kematiannya. 7. Hak muslim terhadap muslim yang lain, antara lain jenguklah bial ia sakit dan antarkan jenazhnya ke kubur. (sabda Rasulullah SAW riwayat Bikhori Muslim) MUSLIM SAKIT 8. Rasulullah SAW bersabda: barang siapa memberi makan orang sakit dengan makanan yang ia inginkan/kesukaanya, niscaya allah akan beri makan diadari buah-buahan surga. 9. Rasulullah SAW bersabda: apabila seorang dari kamu melawat orang sakit, maka jangan ia makan apa-apa disitu. (HR. Dailamie) 10. Seorang muslim bila menjengukorang sakit di waktu pagi, 70.000 malaikat mendoakanya sampi sore, dan bila senja hari 70.000 malaikat mendoakaknnya sampai shubuh, dan ia akan mendapat kebun dari syurga (HR. At Tirmidzi) 11. Saad Ibnu Waqqasah r.a. berkata ketika Rasulullah SAW menjenguk saya sakit, beliau berdoa: Allahuma asyafi sa’da (Ya Allah sembuhkan Saad) 3x (HR. Muslim) 12. Ibnu Abs r.r berkata: “Rasulullah SAW mendoakan orang sakit: As-alullaha adhim, robbal arsyil adhim an yasfika”( Aku mohon kapada-Mu ya Allah, ya Maha Agung, Tuhan Yang mempunyai Arsy yang besar, semoga Allah SWT menyembuhkan engkau). Rasulullah SAW juga pernah berkata kepada si sakit,”La ba’sa thohurun isnya-Allah”. (ini tidak apa-apa, semoga dengan penyakit ini menjadi pencuci dari dosa-dosa, insya Allah) (HR. Bukhori) 13. Aisyah Rasulullah SAW berkata: “Apabila Rasulullah SAW berkunjung ke keluarganya yang sakit, maka beliau mengusap-usap si sakit, dengan tangan kananya sambil berdo’a Allahuma rabannas adhibil ba’sa isyfi antasy syafi la syifa’ illa syifa’uha syifa-an la yughadiru saqoman”. (Ya Allah, Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkan, hanya Engkau yang dapat menyembuhkannya). 14. Rasulullah SAW bersabda: “Ingatkan orang0orang yang hamper mati atau berat sakitnya diantara kamu, dengan kalimat Laa ilaha illallah..” (HR. Muslim) KEMATIAN 15. Rasulullah SAW bersabda: “ Cukuplah kematian itu sebagai penasehat”. (Thabrani dan Bauhaqi) 16. secerdik-cerdik manusioa ialah memperbanyak ingatannya kepada kematian, dan memperbanyak persiapan menghadapi kematian itu. (Hadits Ibnu Madjah) 17. ketika Abu Salamah meninggal dan matanya masih terbuka,Nabi Muhammad SAW, lalu memejamkan matanya berdo’a: “ Ya Allah, ampunilah Abu salamah, dan naikannya derajatnya pada golongan mereka yang mendapat petunjuk, luaskan kuburannya, beri pula cahaya, dan tinggalkan kebaikannya kepada anak dan cucunya”. (HR. Muslim) Nabi juga berdo’a: “dan bersihkan pula kesalahan-kesalahanya seperti bersihnya pakaian putih dari yang kotor”. 18. Ibnu Abbas r.a. mengatakan, Rasulullah SAW bersabda: dua golongan manusia yang kafir: 1) mengutuk beberapa bangsa/suku 2) meratapi/menangisi meraung-raung orang yang mati”. (HR. Muslim) 19. yang mengikuti jenazah itu 3 macam, sabd rasulullahsAw yaitu, keluarganya, hartanya, dan amalnya (baik/buruk), lalu kembalilah keluarganya, hartanya, sedangkan yang tinggal hanya amalnya. (HR. Muslim) 20. Rasulullah SAW bersabda: “ jangan kamu semua mencaci maki pad orang yang telah meninggal dunia, sebab bagi mereka telah lampau apa yang mereka lakukan”. (HR. Bukhoro) 21. Rasulullah Saw bersabda: “jika orang tekah meninggal, maka putuslah amalnya, kecuali 3 macam, yaitu: 1) sedekah jariyanhnya 2) ilmunya yang bermanfaat 3) anak sholeh yang mendoakan kepda orng tuanya”. (HR. Muslim) 22. Rasulullah SAW bersabda: “bila kamu mengunjungi orang sakit, atau otang mati, maka berkatalah yang baik (cerita kebaikan si sakit, atau orang yang mati) karena sesungguhnya malaikat mengaminkan apa yang kamu katakan”. (HR. Ahmad dan Muslim) 23. Usahakan orang mau meninggal, mengakhiri kata-katanya: Laa ilaaha illAllah, dia masuk surga, sabda Rasul. 24. Al Qur’an surah Al-Waqi’ah ayat 89 dan 90: “bila yang meninggal itu orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah, maka kematian baginhya adalah lega, semerbak, dan nikmta sekali” 25. Dari Abu Usaid bin Rabiah Assyaidy r.r. Rasulullah menjawab pertanyaan ‘apa masih ada jalan untuk berbakti kapada kedua ayah bundaku sesudah meninggal?’ Rasulullah SAW menjawab: “Ya Sholati jenazahnya,bacajan istighfar, melaksanakan wasiat/janjinya, menghubungikeluarga yang belum dihubungi, dan menghormati teman-teman keduanya”. (HR. AbuDaud) SHOLAT JENAZAH 26. Telah berkata salah satu sahabat Nabi, Abu Umamah, bahwa Nabi SAW menurut sunnahnya, mula-mula shalat mayit iman bertakbir, baca Al-Fatihah dengan perlahan, kemudian sholawat atas Nabi SaW, dan doakan si mati itu dengan ikhlas, dan dalam tiga takbir itu tidak baca Al Qur’an, kemudian beri salam dengan perlahan. (R. Sjafi’i) 27. Telah berkata Abdur Rahman Zaid bin Arqam, takbir untuk jenazah-jenazah kami biasa 4 kali, dan pernah pula Nabi 5 kali.(HR. Muslim) 28. Dari Abu Hurairah: “barang siapa yang hadir di satu jenazah hingga ia ikut shalat jenazah maka ganjaran baginya satu qirath, dan barang siapa sampai ikut hingga ditanam/dikubur mka ganjaran baginya dua qirath”. Ada orang yang bertanya: “apa qirath itu?” dijawab Rasul:”seperti dua gunung yang besar:. (HR. Muslim) … dalam kitab Hadits Bukhari: “tiap qirath itu seperti gunung Uhud.” 29. Rasulullah SAW bersabda: “setipa orang muslim yang mati dan di shalati oleh 40 orang laki-laki yang tidak menyekutukan Allah, makla orang mati tersbut mendapat syafa’at (pertolongan dari Allah) karena do’anya”. (HR. Muslim) 30. Dari Ibnu Abbas r.a. rasulullah SAW pernah pergi ka satu kuburan yang baru lalu ia sembahyang atasnya dan ia bertakbir 4 kali. (Bikhori,Muslim) 31. Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah SAW pernah shalat di atas satu kubur (shalat jenazah) setelah sebulan. (HR. Daruqutni) SOAL KUBUR 32. DARI Jabir, bahwasanya nabi SaW bersabda, “jangan kamu mengubur orang-orang mati di malam hari,kecuali terpaksa”. (HR. IbnuMajah) 33. Darim Ibnu Umar, bahwa Nabi SaW bersabda: “mayat itu diadzab di dalam kuburnya karena diratapi/ ditangisi atasnya”. 34. Ibnu Abbas r.a. berkata: Rasulullah SAWberjalan di kunuran Madinah, beliau menghadap ke kubur dan berdo’a: “Assalami’alaikum ya ahlal quburi yaghfirlahu lana walahum antum salafuna wanahnu bil-atsar”. (selamat sejahtera kepadamu wahai ahli kubur, semoga allah mengampuni kami dan kamu sekal;ian, kamu tekah mendahului kami dan kami berikutny) (HR. At-Tirmidzy) 35. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. Rasulullah SAW meneteskan air mata, saat pmkaman putrinya (Ummu Kalsum-isteri sahabat Usman bin Affan) 36. Rasulullah SAW pernah ke rumah Utsman Mazhgum yang wafat dan menciumnya, dan saat itu Rasulullah SAW tidak kuasa membebdung air matanya hungga membasahi tangan Utsman. 37. Usamah bin Zaid r.r. bekata, “ketika cucu Rasulullah SaW meninggal, lalu diesarhkan ke Rasul, maka ia menetskan air matanya dan berkata: ‘ini rahmat atas rasa belas kasih yang diletakkan Allah dalam hati hambanya’. Tangis Rasulullah SAW ini terjadi pula ketika putranya meninggal (namanya Ibrahim)”.

About 7assalam9

seorang yang berasal dari madura

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Asmaul Husna

Arsip

free counters

Powered by  MyPagerank.Net

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!
%d blogger menyukai ini: