//
HAKEKAT KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
  • HAKEKAT KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
    Dalam Era globalisasi dan pasar bebas kita dihadapikan pada perubahan yang tidak menentu. Ibarat nelayan di “lautan lepas” yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki “kompas” sabagai pedoman untuk bertindakdan mngarunginya. Hal tersebut telah mengakibatkan hubungan yang tidak linear antara pendidikan dengan lapangan kerja atau “one to one relafanship”, karena apa yang terjadi dalam lapangan kerja sulit diikuti oleh dunia pendidikan , sehingga terjadi kesenjangan. Menanggapi hal tersebut dan krisis muneter yang melanda Negara-negara Asia akhir-akhir ini, direktur pacific economic cooperation (dalam tilaar, 1998; E. mulayasa, 2002) menyatakan bhahwa bangsa-bangsa khususnya di Asia Fasifik perlu mempunyai “outward and forward”,. Pembangunan Nasional jangan hanya melihat kebutuhan internal masyarakat dan dengan pandangan keluar dan ke depan, karena masyarakat dan bangsa kita adalah bagian dari suatu masyarakat dunia yang semakin menyatu. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan pakar ekonomi luhan, bahwa dalam era globalisasi dunia tak ubahnya seperti suatu desa (desa dunia), kejadian diujung yang satu akan segera diketahui dari ujuntg lainnya. Dengan demikian era globalisasi bukan saja suatu era yang berbasis teknologi informasi tetapi juga berbasis transparansi. Yang akan melejitkan kemampuan luar biasa manusia tanpa batas. Era ini akan menjadi era yang sangat berbahaya bagi manusia, dan akan mengancam ketentraman hidup manusia, bahkan tidak menutup kemungkinan musnahnya makhluk manusia, tatkala iman dan takwa sudah tidak ada lagi di dada mereka. Mereka akan menjadi hamba makhluk yang gersang, dan hanya akan menjadi hamba dunia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada agar setan yang berbentuk kemewahan dunia tidak mengasai dan menyesatkan manusia.
    Dalam kaitannya dengan pendidikan, berbagai analisis menunjukkan bahwa pendidikan Nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada berbagai krisis yang perlu mendapat penanganan secepatnya, di antaranya berkaitan dengan masalah relevasi, atau kesesuaian antara bangunan. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas KTSP, sebagai tindak lanjut kebajikan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi. KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Dengan dimikian, melalui KTSP ini pemerintah berharap didikan dan pembangunan, serta kebutuhabn dunia kerja dapat segera teratasi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Asmaul Husna

Arsip

free counters

Powered by  MyPagerank.Net

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Komentar Terakhir

Mr WordPress on Hello world!
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: